Kamis, 06 Maret 2014

KONTRIBUSI DAYA LEDAK TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN TOLAK PELURU PADA SISWA KELAS V SDN INTI 2 PEWUNU KABUPATEN SIGI

Permasalahan utama penelitian ini adalah rendahnya kemampuan tolak peluru
dalam olahraga atletik pada siswa SDN Inti 2 Pewunu Kabupaten Sigi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kontribusi daya ledak tungkai terhadap kemampuan
tolak peluru dalam olahraga atletik. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
V SDN 2 Inti 2 Pewunu Kabupaten Sigi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa
putra yang berjumlah 20 orang siswa yang diambil dengan menggunakan sampel
populasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan satu variabel bebas yaitu daya ledak
tungkai serta satu variabel terikat yaitu kemampuan tolak peluru dalam olahraga
atletik.
Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi data daya ledak tungkai terhadap
kemampuan tolak peluru dalam olahraga atletik pada siswa SDN Inti 2 Pewunu
Kabupaten Sigi pada Tabel 4.3, diperoleh nilai korelasi (r) 0.708 dengan tingkat
probabilitas (0,000) ≤ 0,05 dengan demikian ada kontribusi yang signifikan antara
daya ledak tungkai dengan kemampuan tolak peluru dalam olahraga atletik pada
siswa SDN Inti 2 Pewunu Kabupaten Sigi. Selanjutnya untuk mengetahui berapa
besar kontribusi diperoleh berdasarkan nilai R square. Untuk nilai R square (koefisien
determinasi) 0,624. Hal ini berarti 62,4 % kemampuan tolak peluru dalam olahraga
atletik pada siswa SDN Inti 2 Pewunu Kabupaten Sigi dijelaskan oleh daya ledak
tungkai. Sedangkan sisanya (100 % - 62,4 % = 37,6 %) dijelaskan oleh sebab-sebab
yang lain. Dengan demikian ada kontribusi antara daya ledak tungkai terhadap
kemampuan tolak peluru dalam olahraga atletik pada siswa SDN Inti 2 Pewunu
Kabupaten Sigi sebesar 37,6%.
Oleh :mency mency
Eki Pebri Pecahkan Rekor PON Tolak Peluru

Pekanbaru, ANTARA Jateng - Atlet nasional berasal dari Jawa Barat Eki Pebri Ekawati berhasil memecahkan rekor PON di nomor tolak peluru putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.


Pada perlombaan final yang dimainkan di Stadion Rumbai Pekanbaru, Minggu petang, Eki berhasil mencatat lemparan sejauh 13,89 meter sedangkan rekor PON adalah 13,77 meter atas nama Josephine Manuse (Papua).

Medali perak nomor itu direbut oleh atlet Nusa Tenggara Barat Dewi Lentari dengan lemparan sejauh 13,72 meter, sedangkan medali perunggu direbut Ni Putu Nita Wijaya dengan lemparan sejauh 13,68 meter.

Pada nomor lompat jangkit putri, atlet nasional berasal dari Bali Maria Natalia Londa berhasil memecahkan rekor PON atas namanya sendiri dengan lompatan sejauh 13,46 meter, sedangkan rekor PON adalah 13,16 meter.

Medali perak direbut atlet Jawa Barat Ika Puspa Dewi dengan lompatan sejauh 12,71 meter, sedangkan medali perunggu direbut Venny Feranika dengan lompatan sejauh 12,42 meter.

Pada nomor dasa lomba putra, medali emas direbut Zakaria Malik dengan total poin 6.626, medali perak direbut atlet Papua Yusak Repasi dengan total poin 6.239, sedangkan medali perunggu direbut Gayus Sibuangin dengan total poin 6.042.

Di nomor loncat tinggi galah putri, medali emas direbut atlet Sumatera Selatan dengan loncatan setinggi 3,60 meter, perak direbut atlet Sundari (Kalimantan Timur) setinggi 3,40 meter, sedangkan perunggu direbut Emrina (Sumbar) 3,40 meter.

Perlombaan yang dimainkan Minggu sore itu merupakan kelanjutan dari perlombaan pada Sabtu (15/9) malam yang ditunda akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru.

Oleh : Hernawan Wahyudono


Editor : Mahmudah
Gadis Pelempar Lembing dan Tolak Peluru

TIDAK banyak gadis lahir dengan bakat melempar lembing dan menolak peluru seperti Senja Halfira Larasati. Tapi bagi Senja olahraga lempar lembing dan tolak peluru adalah bagian darinya. Remaja 14 tahun ini menyukai olah raga ini saat masih di bangku kelas I Sekolah Menengah Pertama.
Pelajar SMP Negeri II Bintan ini awalnya menekuni olah raga bela diri karate. Semua karena keluarganya, juga bapaknya Subadilah pernah menekuni karate.
Di luar sangkaan, Senja akrabnya disapa memutar hobinya. Di lebih mengeluti olah raga lempar lembing dan tolak peluru dari pada karate. Pilihannya memang tepat karena Senja diikutkan dalam kejuaraan Pekan Olah raga Pelajar Daerah (Popda) 2012 yang diselenggarakan di Tanjungbalai Karimun.
Walau pertama kali ambil bagian dalam kejuaraan se-Kepri, Senja pulang dengan medali perak. Anak sulung dari empat bersaudara ini kembali mengukir prestasinya saat kejuaraan Ilimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) se Bintan pada 2013. Dua medali sekaligus disabet yakni medali emas pada kategori lempar lembing dan tolak peluru.
Keberhasilan itu mengantarkan dara manis ini ke O2SN se Kepri. Dia mujur karena berhasil menyabet dua medali sekaligus untuk lempar lembing dan tolak peluru. Keberhasilannya itu berlanjut saat Senja dikirim ke iven nasional yakni O2SN di Samarinda Kalimantan Barat, beberapa bulan yang lalu.
Dari kejuaraan tersebut, Senja satu-satunya perwakilan Kepri yang pulang membawa medali kategori tolak peluru. Senja mendapatkan juara III pada tolak peluru dengan jarak 8,58 meter sedangkan cabang lempar lembing diurutan k3-4 dengan lemparan mencapai 26 meter lebih.

‘’Saya berharap Pemerintah bisa menyediakan lahan buat kami latihan karena selama ini kami latihan di lapangan sepak bola,’’ imbuhnya. 
Diposkan oleh :(slamet nofasusanto)
10 Menit, Roni Dua Kali Pecahkan Rekornas Tolak Peluru
 
Luar biasa. Atlet tolak peluru asal Jawa Timur, Roni Sisko, memecahkan rekor nasional tolak peluru remaja putra pada Kejuaraan Nasional Atletik Yunior-Remaja 2013 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (6/4/2013) sore.
Tidak tanggung-tanggung, Roni memecahkan rekor nasional itu sebanyak dua kali dalam rentang waktu sekitar 10 menit. Rekor pertama ditorehkan Roni saat tolakan keduanya mencapai jarak 15,94 meter. Ia memecahkan rekor lama (15,63 meter) yang dipegang Nata Hani Sugara dari Jawa Timur pada 30 Juni 2012.
Pada tolakan berikutnya, Roni mempertajam rekor yang baru dibuatnya beberapa menit sebelumnya melalui tolakan sejauh 16,53 meter. Meski demikian, catatan tersebut masih di bawah limit kualifikasi Kejuaraan Dunia Remaja 2013 (17,70 meter).
(sumber: olahraga.kompas.com)
Jawara Tolak Peluru dari UNIMED
 
"Lakukan apa yang tidak pernah orang lakukan, maka kamu akan mendapatkan yang tidak pernah orang dapatkan" pungkas Mahasiswa yang kini menempuh studi S-1 nya di Universitas Negeri Medan. Mahasiswa yang selalu berpenampilan menarik dan ramah terhadap orang sekitar merupakan bentuk dedikasinya sebagai seorang Mahasiswa yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Sejak tercatat sebagai Mahasiswa program studi pendidikan kesehatan jasmani, Irpani telah mengantongi puluhan prestasi di kancah Nasional diantaranya; pada tahun 2008, Irpani berhasil mengantongi juara II Lomba Lempar Cakram POPDASU di Langkat, menjadi juara III Tolak Peluru Kejuaraan Nasional antar PPLP, Jakarta pada 2008, selain itu, pada tahun 2009, lelaki ini juga menyabet juara I lempar cakram Kejurda Bank Sumut di Medan, juara I tolak peluru Kejurda Bank Sumut pada tahun 2009 di Medan, tidak hanya itu, Irpani juga dinobatkan sebagai pemenang II lempar cakram POPNAS pada 2009 di Yogyakarta, pemenang I lempar cakram dan tolak peluru PORWILDASU Unimed pada 2010, juara I tolak peluru Kerjurnas antar PPLP di Maluku pada 2010, juara I lempar cakram dan tolak peluru dalam ajang POPDASU pada tahun 2010 di Tanjung Balai, Juara III tolak peluru PORPROVSU di Unimed pada 2010, juara III lempar cakram dan tolak peluru Kejurnas PPLM di Bandung pada 2010. Tidak hanya itu, pada tahun 2011 Irpani ternyata berhasil merahi juara II lempar cakram dan tolak peluru yang diselenggarakan oleh POMSU di Medan serta pada menjadi pemenang II lempar cakram dan tolak peluru kejuaraan Nasional antar PPLM (Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa) di Makasar.

Putra dari pasangan Bapak Hasanuddin dan Ibu Saini ini merupakan kelahiran 5 Maret 1993 tepatnya di Paya Pedas. Renang dan bermain sepak bola merupakan kegemaran dari seorang Irpani. Impian terbesar dari lelaki berbadan tegap ini ialah kelak ingin menjadi seorang TNI angkatan darat. Membanggakan kedua orang tua merupakan motivasi dari seorang Irpani yang pada November mendatang akan terbang ke Jogyakarta untuk mengikuti kejuaraan Nasional antar PPLM. Semoga saja Irpani berhasil mengembangkan prestasinya dan terus membawa nama Indonesia ke jenjang Internasional. Selamat bekarya Irpani! ( harun syafii)
sumber :  http://mdn.biz.id/n/66739/

ANALISA PRESTASI HASIL TOLAKAN PADA CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR TOLAK PELURU
 
 
Prestasi tolak peluru ditentukan oleh tiga faktor yaitu: ketinggian saat melepaskan, kecepatan saat melepaskan, dan sudat yang dibentuk saat melepaskan peluru. Untuk memiliki ketinggian saat melepaskan peluru diperlukan tinggi badan yang lebih, karena dengan memiliki ketinggian saat melepaskan peluru diperlukan tinggi badan yang lebih tinggi maka akan mempunyai ketinggian saat melepaskan peluru lebih tinggi. Untuk menghasilkan kecepatan saat melepaskan dibutuhkan tenaga yang besar yang secara normal apabila seseorang memiliki badan yang lebih besar akan memiliki tenaga yang lebih besar sehingga untuk menghasilkan kecepatan saat melepaskan peluru lebih cepat, dan sudut saat lepas sesuai dengan rumus kecepatan saat mengudara sangat besar.
Fakta dilapangan terlihat atlet tolak peluru yang memiliki struktur anatomi yang tinggi badan dan berat badan yang lebih besar akan menghasilkan prestasi yang lebih baik selain itu juga sudut saat lepas.
Metode yang cocok untuk mengungkapkan masalah tersebut adalah metode deskriptif kualitatif, karena penelitian ini bertujuan pada penelaahan masalah masa sekarang yang sifatnya untuk mengumpulkan informasi atau data.
Hasil dari analisis data dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan jarak hasil tolakan, para pembina, pelatih dan atlet tolak peluru, hendaknya menitik beratkan pada tinggi badan, berat badan dan power lengan dan penguasaan teknik yang baik karena ketiga hal tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil tolakan.

SUMBER: Iman Imanudin


Modifikasi Media Peluru untuk Pembelajaran Tolak Peluru pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang
 
 
Pribadi, Feri, Mardiyansah. 2011. Modifikasi Media Peluru untuk Pembelajaran Tolak Peluru pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.
Kata kunci: Pengembangan, Modifikasi, Pembelajaran, Tolak Peluru, Peluru Kayu
Salah satu tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam dunia pendidikan, pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan satu mata pelajaran yang harus dimasukkan dalam kurikulum di semua jenis dan jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Permainan dan olahraga adalah satu pokok bahasan dari mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik dasar perorangan lanjutan atletik, serta nilai disiplin, semangat, sportifitas, percaya diri dan kejujuran. Nomor-nomor kejuaraan atletik di atas, nomor lempar biasanya digolongkan menjadi lempar cakram, lempar lembing, lontar martil, dan tolak peluru. Dari keempat golongan di atas yang akan dibahas lebih lanjut adalah tolak peluru. Untuk mendukung keberhasilan pembelajaran tolak peluru di sekolah, tentunya diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, hal ini biasanya yang menjadi masalah di sekolah. Minimnya sarana dan prasarana di sekolah adalah faktor utama yang menghambat proses pembelajaran tolak peluru.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru olahraga dan di SMP Negeri 1 Kota Malang, pada saat pembelajaran tolak peluru, peluru yang digunakan adalah peluru yang standar, berhubungan dengan antusiasme siswa terhadap pembelajaran tolak peluru, peluru yang standar di rasa sangat berat. Dan juga dijelaskan bahwa pada pembelajaran tolak peluru diperlukan media atau alat yang bisa digunakan pada saat pembelajaran tolak peluru sehingga siswa bisa lebih antusias dan pembelajaran tolak peluru bisa dilaksanakan dengan optimal. Peneliti juga melakukan wawancara pada seorang siswa, dan siswa tersebut tidak senang terhadap pembelajaran tolak peluru. Salah satu alasan yang dikatakan siswa tersebut adalah peluru yang digunakan terasa sangat berat. Maka dalam hal ini modifikasi pada media (peluru) sangat dibutuhkan.
Tujuan penelitian & pengembangan ini adalah mendapatkan peluru yang cocok/sesuai dan ada peluru yang dapat dijadikan alat untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, sehingga pembelajaran tolak peluru bisa dilaksanakan secara optimal.
Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah yaitu: (1) Pengumpulan informasi dari observasi dan wawancara (analisis kebutuhan), (2) mengembangkan bentuk persiapan dari rencana produk, (3) proses pembuatan produk dan evaluasi ahli, (4) uji coba (kelompok kecil) menggunakan 9 siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, (5) revisi rencana produk hasil dari uji coba (kelompok kecil), (6) uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 45 siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang, (7) produk akhir hasil pengembangan hasil dari uji lapangan (kelompok besar).
Dari penelitian & pengembangan dan prosedur yang dilakukan di atas dihasilkan produk yaitu peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang. Spesifikasi peluru berbahan kayu tersebut ada 2 yaitu: (1) Spesifikasi produk peluru yang pertama atau peluru model A dengan Bahan kayu, Berdiameter 110-130 mm, dan Berat 600-800 gr, (2) Spesifikasi produk peluru yang kedua atau peluru model B dengan Bahan kayu, Berdiameter 95-110 mm, dan Berat 400-600 gr. Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh hasil bahwa modifikasi media peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang dapat digunakan karena memenuhi kriteria valid dengan persentase 96,67%. Dan hasil uji lapangan (kelompok besar) juga diperoleh hasil valid/digunakan dengan persentase 96,89%.
Produk penelitian & pengembangan media peluru berbahan kayu untuk pembelajaran tolak peluru pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Malang ini disarankan dapat dijadikan sarana untuk pembelajaran khususnya tolak peluru oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah. Dalam hal pemanfaatan produk peluru berbahan kayu ini harus diperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Sebagai upaya penyebarluasan produk yang telah dikembangkan ke sasaran yang lebih luas sebaiknya produk yang telah dikembangkan ini dievaluasi kembali disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dan disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan dengan baik.
 
SUMBER: Feri Mardiyansah Pribadi